Bekasiraya.id – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menekankan pentingnya peran pesantren sebagai benteng moral generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.
Pernyataan ini disampaikan Bobihoe saat menghadiri kegiatan Subuh Keliling (Suling) di Aula Yayasan Al Barokah, Jatimakmur, Pondokgede, Kota Bekasi, Minggu (13/7/2025).
Kehadiran Wawali disambut hangat para tokoh agama, jamaah, hingga santri yang memadati lokasi acara sejak pagi.
“Pesantren tidak hanya mencetak santri yang taat beribadah, tapi juga membentuk karakter kuat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Bobihoe.
Menurutnya, pesantren merupakan tempat terbaik menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Tak hanya fokus pada ilmu agama, lembaga ini juga mengajarkan ilmu umum sebagai bekal kehidupan masa depan.
“Keseimbangan kurikulum di pesantren adalah kunci. Kita butuh generasi yang tak hanya saleh, tapi juga kompeten dalam berbagai bidang,” lanjut Harris.
Lebih dari itu, ia menyebut pesantren sebagai ruang strategis membangun jejaring sosial. Para santri yang datang dari berbagai latar belakang dinilai mampu belajar tentang toleransi dan menghargai perbedaan sejak dini.
Harris juga mendorong agar pesantren tak takut berinovasi. Ia berharap metode pembelajaran modern mulai diintegrasikan agar pesantren tetap relevan dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain.
“Pemerintah Kota Bekasi setiap tahun menyalurkan dana hibah bagi pondok pesantren. Ini komitmen nyata kami untuk mendukung eksistensi dan kemajuan lembaga pendidikan Islam,” tandasnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Haul ke-27 Almaghfurlah Abuya KH Abubakar Jamal dan Haul ke-9 KH Hairuddin Abubakar.
Turut hadir pula, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat G Edwin, Wakil Ketua III DPRD Kota Bekasi Puspa Yani, Ketua Fraksi Gerindra Misbahudin, Lurah Jatimakmur, serta Pengasuh Ponpes Al Barokah KH Khairullah.
Tinggalkan Balasan