Bekasiraya.id – Maraknya tindak kejahatan di wilayah Tambun, Kabupaten Bekasi, membuat jajaran Polsek setempat harus bekerja ekstra keras.
Aksi kriminal, seperti curanmor, tawuran, balap liar, peredaran minuman keras, prostitusi, hingga penyalahgunaan narkoba seakan menjadi “menu harian” yang terus dihadapi aparat di wilayah tersebut.
Kapolsek Tambun, Kompol Wuryanti, mengakui beberapa jenis kejahatan memang mendominasi wilayah hukumnya.
“Selain gangguan kamtibmas dan permasalahan sosial, kasus yang cukup besar adalah curanmor roda dua dan tauran,” ujarnya dalam forum diskusi bersama elemen masyarakat di Mapolsek Tambun, Rabu (9/7/2025).
Untuk menekan angka kriminalitas, kepolisian turut menggandeng masyarakat. Menurut Wuryanti, keterlibatan warga menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjaga kondusifitas wilayah.
“Kami menggandeng pemerintah kecamatan, kepala desa, karang taruna, hingga tokoh masyarakat untuk merumuskan formula pencegahan bersama,” tuturnya.
Selama lima bulan menjabat sebagai Kapolsek Tambun, Wuryanti mengaku fokus membangun pola komunikasi dan sinergi lintas sektor.
Hasil dari diskusi tersebut melahirkan pembagian enam kelompok desa berdasarkan jenis kerawanan masing-masing.
Balap liar dan begal akan ditangani oleh Desa Lambangsari, Lambangjaya, dan Kelurahan Jatimulya. Peredaran miras dan prostitusi dicegah oleh Desa Setiadarma, Mekarsari, dan Tambun.
Tawuran dan kenakalan remaja difokuskan pada Desa Mangunjaya, Setiamekar, dan Sumberjaya. Penipuan online dan penyalahgunaan narkoba menjadi fokus di Desa Karangsatria, Satriajaya, dan Tridayasakti.
Ketertiban umum dan pelestarian lingkungan dijaga oleh Desa Jejalen, Srimahi, dan Satriamekar. Curanmor dan tawuran diantisipasi oleh Desa Sriamur, Srimukti, dan Srijaya.
Wuryanti berharap upaya kolaboratif ini mampu memetakan dan menangani setiap permasalahan secara lebih tepat sasaran, serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.
Tinggalkan Balasan