Bekasiraya.id – Sedikitnya 20 kepala keluarga (KK) di Kampung Lebak, Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengungsi setelah air bah melanda kawasan tersebut, pada Selasa, 8 Juli 2025.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Priadi Santoso mengatakan sejumlah personel dikerahkan untuk mengevakuasi warga ke lokasi aman.
Priadi menjelaskan, banjir dipicu oleh luapan Kali Bekasi yang mendapat limpahan air dari Kali Cikeas dan Cileungsi. Ketinggian air disebutkan berkisar 1-1,5 meter.
Meski begitu, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa air bah tersebut. Kebanyakan warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Tak hanya Kampung Lebak, banjir juga melanda beberapa titik lain, seperti Gang Mawar di Kelurahan Margahayu, Margamulya, serta pemukiman di sekitar Kali Lengkak.
Meski terdampak, sebagian besar warga di luar Kampung Lebak memilih tetap bertahan di area rumah mereka yang masih terbilang aman.
“Data sementara kami menunjukkan hanya warga Kampung Lebak yang mengungsi, sisanya menunggu air benar-benar surut,” kata Priadi.
Ia memastikan tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Menurutnya, koordinasi cepat lewat jaringan camat, lurah, dan grup WhatsApp warga menjadi kunci dalam menyebarkan peringatan dini.
“Ini berkat penyebaran informasi kepada warga agar waspada melalui lurah, camat, dan WhatsApp grup,” ujarnya.
Priadi mengimbau masyarakat untuk tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Saat ini kondisi banjir di sejumlah wilayah mulai surut, tapi kami tetap mengimbau warga untuk waspada,” imbuhnya.
Tinggalkan Balasan